Aceh Tamiang: Dalam hitungan hari, masyarakat Muslim seluruh Dunia akan merayakan hari kemenangan, Idul Fitri 1442 H. Mengingat akan terjadinya euforia yang luar biasa dan adanya keramaian, Wakil Bupati Aceh Tamiang, H. T. Insyafuddin, ST melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Takbir dan Shalat Ied sebagai langkah antisipasi agar kenyamanan dalam menyambut kemenangan tetap dapat dirasakan. Rapat berlangsung di Aula Bupati pada Senin, (10/05/21).

Rapat ini juga mengundang Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K, Ketua MPU Aceh Tamiang , Syahrizal, MA., Kadis SI Aceh Tamiang, Samsul Rizal, S.Ag., Kepala BPBD Aceh Tamiang, Syahri, SP., Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, Ubnu Azis , SKM., Kasatpol PP Aceh Tamiang, Drs. Asma’i, Kepala DPMKPPKB Aceh Tamiang, Mix Donal, SH., Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, Sa, Sp.PD dan Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, M.Si.

Dalam membuka rapat, Wakil Bupati mengatakan, bahwa tahun ini shalat di Lapangan Pendopo yang menjadi lokasi titik pusat pelaksanaan Shalat Idul Fitri ditiadakan.

“Sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, tahun ini kita kembali meniadakan Takbir Keliling dan shalat di lapangan Pendopo Bupati. Sebagai gantinya, pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul fitri itu kita kembalikan pelaksanaannya di Masjid/Mushalla kampung masing-masing agar tidak menimbulkan keramaian terpusat,” jelas Wabup.

Menanggapi pernyataan Wabup, Dandim 0117/ Aceh Tamiang, Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita menyampaikan bahwa berpedoman pada Surat Edaran Kementerian Agama No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid akan sedikit mengalami kesulitan.

“Surat edaran Kemenag yang membatasi kapasitas maksimal hanya 10% dari Masjid/Mushalla itu sangat susah. Karena ini puncak kemenangan umat Islam, ada euforia tersendiri. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Saya sarankan setiap pelaksana untuk menghimbau jama'ahnya menggunakan masker dan kita juga akan membagi masker, dibeberapa tempat" ungkap Dandim.

Selain menyarankan adanya pembagian masker, Dandim menyarankan pemanfaatan Pos PPKM Mikro ntuk mengantisipasi adanya takbiran di kampung-kampung.

Selain itu, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan mengharapkan kepada seluruh Forkopimda dan Satgas untuk saling bekerja sama terlibat langsung dalam upaya antisipasi penyebaran Covid-19 ini.

“Kepada pihak yang akan mengatur lalu lintas, nanti kita harus berfikir bagaimana pengaturan arus pada pusat keramaian dan juga Peran Satgas Penangan Covid-19 tingkat Kampung untuk memantau pasien positif agar tidak ikut melaksanakan shalat Ied berjamaah,” tandasnya.

Dalam pada ini juga, Wabup bersama anggota rapat lainnya juga telah mengeluarkan Instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 04/INSTR/2021 tentang Larangan/Pembatasan Menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M dan Kegiatan Sosial Masyarakat Lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dari rapat tersebut, disimpulkan untuk pelaksanaan takbir boleh dilakukan dan dikumandangkan di masjid-masjid atau musholla pada tiap-tiap kampung, namun untuk pelaksanaan takbir keliling, ditiadakan dan tidak diperbolehkan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sementara itu, pelaksanaan Shalat Ied tetap boleh dilaksanakan dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan khususnya menggunakan masker.

Semua ini merupakan upaya Pemerintah untuk menekan kenaikan angkat terpapar kasus Covid-19 tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat Muslim di Kabupaten Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang: Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn mendampingi Kapolda Aceh Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada.M.Phil, berkunjung ke Aceh Tamiang dalam rangka Peninjauan dan Pemeriksaan pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran tahun 2021 di perbatasan Provinsi Aceh - Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (08/05/21).

Menurut Kapolda Aceh, pengecekan Pos Larangan Mudik tersebut merupakan agenda yang dilakukan oleh Kapolda Aceh beserta PJU Polda Aceh ke seluruh Pos-pos Ops Ketupat yang ada di Provinsi Aceh guna melihat kesiapan anggota dan kinerja sekaligus melakukan pengecekan di pos pemeriksaan Swab Antigent.

“Upaya itu juga dilakukan oleh Polri untuk mencegah Covid-19 dengan melakukan penyekatan mengantisipasi masyarakat yang akan melaksanakan Mudik,” ungkap Kapolda.

Menurutnya, upaya itu dilakukan untuk mencegah dan memutuskan mata rantai Covid-19 dengan melakukan penyekatan mengantisipasi masyarakat yang melaksanakan Mudik.

Kapolda menambahkan, agar kiranya mengingatkan kembali terkait kewaspadaan personil saat melaksanakan tugas di Pos Pam dan Pos Yan serta berperan aktif meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas Operasi.

“Kegiatan tersebut agar selalu menerapkan prokes pada saat pelaksanaan tugas guna memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Menurut Kapolda keberadaan pos penyekatan arus mudik di Perbatasan Aceh - Sumatera sudah sangat baik. Sarana prasarana di pos penyekatan arus mudik di Perbatasan Aceh - Sumatera sudah sangat cukup memadai.

Harapannya dengan adanya Pos Penyekatan Arus Mudik di Perbatasan Aceh - Sumatera ini di harapkan dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Aceh.

Giat Kunjungan Kapolda Aceh berakhir pukul 09.30 WIB selanjutnya rombongan Kapolda Aceh kembali melanjutkan perjalanan menuju pos pelayanan Lhoksukon, Aceh Utara

Adapun yang hadir dalam kegiatan Pengecekkan Rombongan PJU Polda Aceh selain Kapolda Aceh Irjen.Pol.Drs.Wahyu Widada.M.Phil juga hadir Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondany, S.I.K, M.H, Dirsabhara Polda Aceh Kombes Pol Misbah, Kabid Propam Polda Aceh Kombes Pol H. Iskandar, Z.A,. S.I.K, M.H, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, S.I.K, Korspripim Polda Aceh Kompol Henki Ismanto, S.I.K. Kaur Bungkol IPTU Jufni, MH.sepripim Polda Aceh AKP Sandy Titah Nugraha, S.I.K.
Selain itu dari Forkopimda Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, S.H, M.Kn., Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K., Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Cpn Yusuf Hadi Puruhita, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST., Waka Polres Aceh Tamiang Kompol Yuzuf Liwardi, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang Syuibun Anwar, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Aziz, SKM., Kajari Aceh Tamiang, Agung Ardiyanto ,SH. MH., Kepala Cabang Jasa Raharja Provinsi Aceh Mulkan, SE, dan sejumlah pejabat lainnya, serta Personil Pengamanan Pos penyekatan mudik perbatasan Provinsi Aceh-Sumut.