ACEH TAMIANG : Kamis, 08 Oktober 2020, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Aceh Tamiang dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dalam rangka memberikan dukungan Teknis (Technical Support) dalam penerapan atau implementasi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) berbasis Teknologi Informasi (TI) di Pemerintahan Kota Langsa yang direncanakan akan diterapkan di awal tahun 2021 di Lingkungan Pemerintahan Kota Langsa.

Pertemuan ini diadakan di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tamiang, adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh kedua belah pihak Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa yaitu Ir. Adi Darma, M.Si dan Junaidi, SKM, M. Kes, Selain itu juga hadir kedua belah pihak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dari masing-masing Pemerintahan Daerah yaitu Bastian, S.Kom dan Yanis Prianto, SE, M.Si, serta Dra. Fauziati dan Samino, SH.

Selain perjanjian kerjasama dukungan teknis (Technical Support) antara kedua Dinas Komunikasi dan Informatika secara bersamaan juga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  (BKPSDM) Pemerintah Kota Langsa dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dalam hal penerapan E-Simpeg, E-Absensi dan E-kinerja.

Pemerintah Kabupaten Kota Langsa melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota langsa Junaidi, SKM, M.Kes berharap Kerjasama ini dapat berjalan dengan baik selama 3 (tiga) bulan kedepan sehingga penerapan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  yang didukung oleh teknologi informasi ini dapat segera diterapkan diawal januari 2021 di Pemerintahan Kota Langsa.

Demikian juga Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Ir. Adi Darma, M.Si menyambut pengharapan Pemerintah Kota Langsa dengan berupaya melakukan asistensi yang maksimal kepada Pemerintah Kota Langsa.

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang memadukan konsep teknologi ke dalam proses Pembelajaran Sekolah Jarak Jauh (PSJJ) di masa pandemi Covid-19.

Melalui aplikasi bernama "Tamiang Pande", kini guru dan murid semakin mudah berinteraksi tanpa harus saling bertatap muka.


Aplikasi "Tamiang Pande" ini secara resmi diperkenalkan Bupati Aceh Tamiang, Mursil kepada seluruh jajaran SKPK, Selasa (6/10/2020).

Dia menjelaskan, aplikasi e-learning terpadu tersebut diambil dari bahasa Tamiang yang artinya "Tamiang Pintar".

Mursil pun menyebut, Aceh Tamiang sebagai satu-satunya daerah di Aceh yang menggunakan aplikasi ini.

“Tamiang Pande itu maksudnya pintar. Kita berharap aplikasi bisa mendukung proses pembelajaran jarak jauh yang merupakan tujuan dari pembuatan dari aplikasi ini,” kata Mursil.

Dalam implementasinya, para murid TK, SD, dan pelajar SMP di Aceh Tamiang setiap harinya akan mendapat konten pelajaran yang dibuat langsung oleh guru.

Materi pelajarannya bisa ditonton secara offline, sebagai solusi untuk menghemat kuota para orang tua.

“Tersedia juga teknologi ujian online terpadu dan news center yang akan membantu para orang tua pengguna "Tamiang Pande" untuk mendapatkan informasi perkembangan pendidikan di Tamiang secara update langsung via aplikasi,” ulasnya.


Sementara itu, Sekretaris Diskominfosan Aceh Tamiang, Bastian menjelaskan, aplikasi "Tamiang Pande" merupakan komitmen respon cepat dari dinasnya untuk mendukung program PSJJ.

 

Aplikasi ini, sebut Sekretaris Diskominfosan Aceh Tamiang, tersedia di android dan IOS, serta bisa didownload secara gratis.

“Dan yang terpenting tanpa iklan-iklan yang mengganggu konsentrasi anak. Intinya kami ingin aplikasi ini berkontribusi pada kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” papar Bastian.

 

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto menambahkan, aplikasi ini menciptakan kesetaraan mutu pendidikan di daerah.

Selama ini, ungkapnya, kualitas pendidikan di perkotaan lebih unggul di banding daerah pedalaman.

“Sekarang murid di hulu dan di hilir dapat hak yang sama. Nanti anak-anak kita pada pintar semua,” ujarnya.

 

Bambang pun memastikan konten yang ditampilkan di aplikasi "Tamiang Pande" menggunakan standar pengawasan.

Selain hanya melibatkan guru berprestasi sebagai pengisi konten, materi yang ditayangkan pun harus melalui filter dari pengawas atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Ini aplikasi sangat masif dan terorganisir. Dan yang pasti baru pertama di Aceh,” tukas Bambang.(*)



Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/10/06